Weekly post

Tampilkan postingan dengan label Radarisma. Tampilkan semua postingan
  • Sampah Menumpuk, Pohon Jubleg Terlihat Buruk

    Tumpukan sampah di area Pohon Jubleg, pada 17 Oktober 2022. 

    Foto : Enjielia-Harismaworks

    Harismaworks, Parung Bogor – Pohon Jubleg dikenal sebagai salah satu ikon yang paling terkenal di Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Terlepas dari kepopuleran Pohon Jubleg sebagai “maskot” Parung, permasalahan tentang tumpukan sampah yang berada di area tersebut tidak dapat terelakkan.

    Pohon Jubleg terletak tidak jauh dari Pasar Parung dan dekat dengan akses transportasi umum, lokasi yang strategis ini membuat banyak masyarakat yang berlalu-lalang dan melihat tumpukan sampah ini. Meski begitu, masyarakat seolah acuh dengan keberadaan tumpukan sampah yang berada di pinggir Jalan Raya Parung ini.

    “Soalnya yang ngebuang sampah disini ya orang sini juga,” ucap Sita (49), pedagang yang berjualan di dekat Pohon Jubleg, “Sampah-sampahnya kan datengnya dari orang-orang pasar, jadi ya sudah biasa kalau ngeliat sampah deket situ.”

    Permasalahan tentang tumpukan sampah di area tersebut bukan baru-baru ini terjadi, tapi sudah terjadi sejak lama. “Saya transmigrasi dari Jawa ke sini (Parung) sudah dari 20 tahun yang lalu. Awalnya kaget sampahnya banyak banget sampe dulu pernah banjir itu hitam banget.” Tanggap Sairoh (52) sebagai Wirausaha di sekitar Parung, “Sebenarnya sekarang sih udah membaik dari yang dulu, setidaknya kalau banjir e nggak pake jembatan tangga gitu, tapi tetep saja bau.”

    Melihat besarnya dampak tumpukan sampah yang berada di sekitar Pohon Jubleg, membuat pihak tertentu harus turun tangan untuk mengatasi permasalahan ini. “Dari pemerintah sudah ada penanggulangannya sebenarnya. Dulu sampah numpuknya bukan disini, tapi di Pasar Kambing, dan pemerintah tegas sehingga sampai sekarang Pasar Kambing tidak banyak sampah yang menumpuk. Tapi warganya aja yang kurang terbuka, di Pasar Kambing dilarang, malah pindah ke bawah Pohon Jubleg buangnya.”


    Penulis : Enjielia Julianti Editor : Harisma Yahyani

  • Sebagian Dari Iman, Kota Mekah Tanpa Sampah

    Harismaworks, Bogor – Memasuki bulan maulid nabi membuat kota Mekah memiliki banyak pengunjung yaitu para jamaah yang beribadah umrah, meski begitu ternyata kebersihan kota Mekah terus terjaga.

    Suasana jalanan di depan Hotel Al Ghufran Safwah, pada 19 Oktober 2022.

    Foto: Risma-Harismaworks

    Dalam foto yang dilihat Harismaworks, Rabu (19/10/2022), terlihat di sekitar jalan menuju Masjidil Haram memiliki banyak petugas kebersihan dengan lingkungan yang memang sudah terlihat bersih, tepatnya di jalan depan hotel Al Ghufran Safwah.

    Beberapa Jemaah merasakan dampak positif terkait kebersihan di jalanan kota Mekah, jarang mereka menemukan sampah yang berantakan selama beribadah.

    “Saya sudah 6 hari disini (Mekkah) tapi tidak pernah liat kotor, soalnya dibersihin terus sama petugasnya setiap hari setiap jam,” ucap Sairoh (52) sebagai salah satu jamaah umroh asal Jawa Barat. “Sekalipun ada sampah, itu pun yang kecil-kecil tapi habis itu pasti langsung dibersihin sama petugasnya,” ucapnya.

    Bukan hanya dari petugas petugas, di setiap sudut masjid sudah disediakan tempat-tempat sampah oleh penglola, dan ada juga petugas khusus yang berkeliling membawa plastik sampah berukuran besar.

    Suasana pengangkutan sampah, pada 19 Oktober 2022.

    Foto: Risma-Harismaworks

    “Lebih ke arah ikut bertanggung jawab ya, karena disini kan sejak awal sudah bersih, kalau kita ada sampah, setidaknya jangan buang sampah sembarangan, karena kita juga diberitahu sama pihak travel untuk jangan buang sampah sembarangan, bisa-bisa kena denda setara 18juta katanya,” ucap Wiwin (45) sebagai salah satu jamaah umroh asal Kalimantan Tengah.

    Para jemaah banyak dihimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, karena jika didapati dengan sengaja mengotori masjid dan sekitarnya melalui CCTV, maka petugas/askar masjid akan segera sigap menahan jamaah untuk melakukan pemeriksaan. Oleh karena itu alangkah lebih baik membuang sampah pada tempatnya, dan jika memang sulit untuk ke tempat sampah, alangkah lebih baik sampah tersebut disimpan terlebih dahulu sampai menemukan tempat sampah.

    Suasana jalanan malam di Zwar Albait Hotel, pada 19 Oktober 2022.

    Foto: Risma-Harismaworks

    Selain para jamaah, hal ini juga dirasakan oleh petugas yang bekerja di hotel, salah satunya adalah petugas makanan/catering.

    “Makanan disini kalau ada yang tidak habis, langsung kita buang, apalagi yang khusus jamaa'ah Indonesia dan Malaysia, karena orang Arab belum tentu mau makan,” ucap Jamal (48) sebagai salah satu petugas catering di Zwar Albait Hotel.

    Suasana transportasi sampah di Zwar Albait Hotel, pada 19 Oktober 2022.

    Foto: Risma-Harismaworks

    “Tiap hari diangkut, kalau sudah banyak langsung dibawa untuk dibuang, kalau nanti enggak kena denda puluhan ribu (riyal),” ucap Jamal melanjuti.

    Menurut informasi, dilansir dari ihram.co.id Arab Saudi telah mengambil langkah-langkah serius untuk meningkatkan daur ulang dan pengelolaan limbah di negara yang memiliki 34 juta orang. Hal ini berguna untuk melindungi dan melestarikan lingkungan seiring dengan peningkatan pengelolaan sampah, secara khusus seperti limbah dan polusi.

    Penulis : Harisma Yahyani

  • Belajar Jiko Shoukai (Perkenalan Dalam Bahasa Jepang) Bersama Harismaworks

    Harismaworks, Bogor  - Hajimemashite! Kenalan yuk dengan Radaruru, Radaruru adalah program dari Radarisma untuk belajar bersama Bahasa Jepang. Penasaran  gak yah  kita belajar apa saja dari Radaruru. Simak yuk!

    Halo kawan Radaruru, kenalan yuk dengan Radaruru-chan! Kamu tahu gak sih perkenalan dalam Bahasa Jepang itu apa?  Ya betul!  JIKO SHOUKAI  ·è‡ªå·±ç´¹ä»‹· 

    Belajar Jiko Shoukai  atau perkenalan diri itu penting loh , karena cara berkenalan dengan orang yang baru pertama kali bertemu dengan kita adalah dengan cara Jiko Shoukai dulu. 


    CARA JIKO SHOUKAI

    1 Langkah pertama biasakan perkenalan terle  bih terlebih dahulu, bisa menggunakan: 

        Hajimemashite 

    2.  Lalu bisa dilanjutkan dengan menyebutkan nama lengkap seperti:

        Watashi wa (Nama kamu)  desu.   

        Contoh : Watashi wa Radaruru desu! (Nama lengkap saya Radaruru)

    3. Tidak lengkap dong kalau hanya nama lengkap saja, sebut juga nama panggilan kita seperti: 

        “(Nama panggilanmu) ke moshimasu

        Contoh: Radar to moshimasu (Nama panggilan saya Radar) 

    4. Selanjutnya kamu bisa menyebut asal kamu dari mana

        “(Asal kamu) kara kimashita”

        Contoh: Tokyo kara kimashita  (Saya berasal dari Tokyo)

    5. Selain menyebut asal kamu, kamu juga bisa memperjelas tempat kamu tinggal dimana, seperti:

        “(Tempat tinggal) ni sunde imasu

        Contoh:  Miyake ni sunde imasu (Saya tinggal di Miyake) 

    6. Setelah itu kamu juga bisa menyebutkan status kamu sebagai apa, seperti:

        Watashi wa (Status kamu)  desu 

        Contoh:

    • Jika kamu pelajar : Watashi wa Tokyo daigaku no gakusei desu (Saya pelajar dari Universitas Tokyo) 
    • Kalau kamu guru seperti Radaruru, kamu bisa: Watashi wa Radaruru no kyoushi desu  (Saya guru di Radaruru)

    7.  Bagi orang Jepang mungkin enggan sedikit menyebutkan usia, tapi kalau kita terkadang tidak lupa menyebutkan usia kita seperti:

        Kotoshi watashi wa  (Usia kamu) desu

        Contoh:  Kotoshi watashi wa 21 desu (Tahun ini saya berumur 21 tahun)

    8. Dan terakhir bisa langsung ditutup dengan salam kenal seperti:

        Douzo Yoroshiku Onegaishimasu ” (Mohon bimbingannya)


    Biasa diawali dengan “ Hajimemashite ” dan diakhiri dengan “ Yoroshiku onegaishimasu ”, karena memiliki bentuk rasa hormat atas pertemuan tersebut. Dan jika ingin menjawab salam tersebut dengan rasa hormat, dapat menjawab dengan “Kocchira kosso yoroshiku onegaishimasu” (Saya juga senang bertemu dengan Anda).

     


    (≧▽≦)

    Menarik kan belajar  Jiko Shoukai bersama Radaruru, dalam belajar Bahasa Jepang butuh Latihan yang rajin, kamu yang rajin ya belajar Jiko Shoukainya agar dapat menyebutkannya dengan lancar.   Cukup materi hari ini, semoga Radaruru membantu kamu dalam belajar Bahasa Jepang, sampai jumpa lagi!

    Penulis : Harisma Yahyani

  • Popular Posts

    Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    harismaworks Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan