Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Mahasiswa Oleh Bincang Mahasiswa
"Universitas Mahasiswa Bina Sarna Informatika Gelar Webinar 'Bincang Mahasiswa' via Zoom Meeting dengan Topik 'Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Mahasiswa'"
Zoom Webinar, Pada 26 Juni 2024
Foto: Webinar 'Bincang Mahasiswa' Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika
Harismaworks, Jakarta, 26 Juni 2024 -
Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menyelenggarakan webinar bertajuk 'Bincang Mahasiswa' melalui platform Zoom Meeting pada tanggal 26 Juni 2024. Acara ini mengangkat topik penting, yaitu "Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Mahasiswa" , yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan pada kalangan siswa.
Webinar ini dihadiri oleh 20 peserta, termasuk panitia acara yang terdiri dari mahasiswa UBSI. Pembicara dalam acara ini adalah mahasiswa UBSI sendiri yang tergabung dalam panitia penyelenggara. Mereka berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang bagaimana nilai-nilai Pancasila bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa.
Dalam pemaparan materi, pembicara menekankan pentingnya memahami dan mengamalkan lima sila dalam Pancasila, mulai dari ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, hingga keadilan sosial. pembicara memberikan contoh-contoh konkret tentang bagaimana siswa dapat mengimplementasikan nilai-nilai ini dalam kegiatan akademis maupun non-akademis.
Pembicara juga menanamkan nilai-nilai Pancasila dengan tantangan-tantangan yang dihadapi mahasiswa di era digital ini. Menyoroti pentingnya nilai ketuhanan dalam membangun moralitas yang kuat, nilai kemanusiaan dalam mendorong rasa empati, nilai persatuan dalam mengatasi perpecahan, nilai demokrasi dalam berpartisipasi aktif dalam kegiatan kampus, dan nilai keadilan sosial dalam memperjuangkan hak-hak sesama mahasiswa.
Setelah materi disampaikan, beberapa siswa mulai bertanya kepada pemateri. Sesi tanya jawab ini berlangsung interaktif dengan banyak peserta yang menyampaikan pandangan mereka dan berbagi pengalaman pribadi tentang penerapan Pancasila.
Salah satu peserta bernama Fathin mengajukan pertanyaan dalam webinar ini.
“Bagaimana cara menerapkan nilai-nilai Pancasila ke dalam diri sendiri? Sedangkan kita masih melanggarnya?”
Pembicara kemudian menjawab pertanyaan yang diajukan oleh peserta webinar ini.
“Yang pertama yang kita perlukan adalah kesadaran diri kita sendiri terlebih dahulu, sebelum kita mengajak orang lain untuk mengimplementasikan nilai-nilai pancasila, kita harus memahami dan menyadari terlebih dahulu kalau menerapkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari itu baik untuk dilakukan. ”
Dengan berakhirnya webinar ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila secara lebih nyata dalam kehidupan mereka, menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam berperilaku dan berinteraksi. Panitia berharap acara ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan dan mendorong lebih banyak mahasiswa untuk terlibat dalam diskusi dan kegiatan yang mengedepankan nilai-nilai kebangsaan.
Penulis: Rayka Syachlia Marzuki & Sheilla Agustine Amelia Putri
Menggelar Webinar Tentang Pemecahan Masalah dalam Organisasi Oleh Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika
Harismaworks, Jakarta – Kelompok “Young Discussion Group”, yang merupakan bagian dari mahasiswa semester 8 Ilmu Koumunikasi Universitas Bina Sarana Informatika Ciputat berhasil mengadakan proyek webinar pada Jumat, 21 Juni 2024. Kegiatan ini mengangkat tema tentang bagaimana cara mengatasi suatu masalah sebuah organisasi.
Kegiatan Webinar yang bertajuk “How to Build Team, Problem Solving, and Organizing in TEDxUIN Jakarta” ini mengahdirkan Adil Zidan Bamualim, S.Sos selaku pendiri TEDxUIN Jakarta sebagai pemateri. Beliau menyampaikan materi tentang memperkenalkan apa itu TEDxUIN Jakarta, kegiatan dan kampanye mereka, hingga memberikan materi tentang pemecahan masalah yang beliau terapkan dalam menjalankan tanggung jawabnya di organisasi TEDxUIN Jakarta.
Foto : Kelompok Diskusi Muda-Harismaworks
Tema tentang pemecahan masalah dalam organisasi ini dipilih karena relevan dengan siswa yang dapat menerapkan ilmu ini dalam organisasi di dalam maupun luar kampus. Selain itu, tema ini juga relevan dengan Program Studi mahasiswa yaitu Ilmu Komunikasi, karena dalam pengaplikasian pemecahan masalah pasti membutuhkan komunikasi yang baik.
Pelaksanaan webinar ini ditutup oleh pemateri dengan sebuah pesan “Ibaratnya tangga, kita jangan ngitungin dulu anak tangganya berapa atau seberapa lama durasi buat sampai ke atas, itu jangan dipikirin dulu. Yang penting di awal, ambil langkah pertama aja. Sisanya akan berjalan sendiri” tutupnya.
Penulis : Enjielia Julianti (YDG)
Sampah Menumpuk, Pohon Jubleg Terlihat Buruk
Tumpukan sampah di area Pohon Jubleg, pada 17 Oktober 2022.
Foto : Enjielia-Harismaworks
Harismaworks, Parung Bogor – Pohon Jubleg dikenal sebagai salah satu ikon yang paling terkenal di Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Terlepas dari kepopuleran Pohon Jubleg sebagai “maskot” Parung, permasalahan tentang tumpukan sampah yang berada di area tersebut tidak dapat terelakkan.
Pohon Jubleg terletak tidak jauh dari Pasar Parung dan dekat dengan akses transportasi umum, lokasi yang strategis ini membuat banyak masyarakat yang berlalu-lalang dan melihat tumpukan sampah ini. Meski begitu, masyarakat seolah acuh dengan keberadaan tumpukan sampah yang berada di pinggir Jalan Raya Parung ini.
“Soalnya yang ngebuang sampah disini ya orang sini juga,” ucap Sita (49), pedagang yang berjualan di dekat Pohon Jubleg, “Sampah-sampahnya kan datengnya dari orang-orang pasar, jadi ya sudah biasa kalau ngeliat sampah deket situ.”
Permasalahan tentang tumpukan sampah di area tersebut bukan baru-baru ini terjadi, tapi sudah terjadi sejak lama. “Saya transmigrasi dari Jawa ke sini (Parung) sudah dari 20 tahun yang lalu. Awalnya kaget sampahnya banyak banget sampe dulu pernah banjir itu hitam banget.” Tanggap Sairoh (52) sebagai Wirausaha di sekitar Parung, “Sebenarnya sekarang sih udah membaik dari yang dulu, setidaknya kalau banjir e nggak pake jembatan tangga gitu, tapi tetep saja bau.”
Melihat besarnya dampak tumpukan sampah yang berada di sekitar Pohon Jubleg, membuat pihak tertentu harus turun tangan untuk mengatasi permasalahan ini. “Dari pemerintah sudah ada penanggulangannya sebenarnya. Dulu sampah numpuknya bukan disini, tapi di Pasar Kambing, dan pemerintah tegas sehingga sampai sekarang Pasar Kambing tidak banyak sampah yang menumpuk. Tapi warganya aja yang kurang terbuka, di Pasar Kambing dilarang, malah pindah ke bawah Pohon Jubleg buangnya.”
Penulis : Enjielia Julianti Editor : Harisma Yahyani
Sebagian Dari Iman, Kota Mekah Tanpa Sampah
Harismaworks, Bogor – Memasuki bulan maulid nabi membuat kota Mekah memiliki banyak pengunjung yaitu para jamaah yang beribadah umrah, meski begitu ternyata kebersihan kota Mekah terus terjaga.
Suasana jalanan di depan Hotel Al Ghufran Safwah, pada 19 Oktober 2022.
Foto: Risma-Harismaworks
Dalam foto yang dilihat Harismaworks, Rabu (19/10/2022), terlihat di sekitar jalan menuju Masjidil Haram memiliki banyak petugas kebersihan dengan lingkungan yang memang sudah terlihat bersih, tepatnya di jalan depan hotel Al Ghufran Safwah.
Beberapa Jemaah merasakan dampak positif terkait kebersihan di jalanan kota Mekah, jarang mereka menemukan sampah yang berantakan selama beribadah.
“Saya sudah 6 hari disini (Mekkah) tapi tidak pernah liat kotor, soalnya dibersihin terus sama petugasnya setiap hari setiap jam,” ucap Sairoh (52) sebagai salah satu jamaah umroh asal Jawa Barat. “Sekalipun ada sampah, itu pun yang kecil-kecil tapi habis itu pasti langsung dibersihin sama petugasnya,” ucapnya.
Bukan hanya dari petugas petugas, di setiap sudut masjid sudah disediakan tempat-tempat sampah oleh penglola, dan ada juga petugas khusus yang berkeliling membawa plastik sampah berukuran besar.
Suasana pengangkutan sampah, pada 19 Oktober 2022.
Foto: Risma-Harismaworks
“Lebih ke arah ikut bertanggung jawab ya, karena disini kan sejak awal sudah bersih, kalau kita ada sampah, setidaknya jangan buang sampah sembarangan, karena kita juga diberitahu sama pihak travel untuk jangan buang sampah sembarangan, bisa-bisa kena denda setara 18juta katanya,” ucap Wiwin (45) sebagai salah satu jamaah umroh asal Kalimantan Tengah.
Para jemaah banyak dihimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, karena jika didapati dengan sengaja mengotori masjid dan sekitarnya melalui CCTV, maka petugas/askar masjid akan segera sigap menahan jamaah untuk melakukan pemeriksaan. Oleh karena itu alangkah lebih baik membuang sampah pada tempatnya, dan jika memang sulit untuk ke tempat sampah, alangkah lebih baik sampah tersebut disimpan terlebih dahulu sampai menemukan tempat sampah.
Suasana jalanan malam di Zwar Albait Hotel, pada 19 Oktober 2022.
Foto: Risma-Harismaworks
Selain para jamaah, hal ini juga dirasakan oleh petugas yang bekerja di hotel, salah satunya adalah petugas makanan/catering.
“Makanan disini kalau ada yang tidak habis, langsung kita buang, apalagi yang khusus jamaa'ah Indonesia dan Malaysia, karena orang Arab belum tentu mau makan,” ucap Jamal (48) sebagai salah satu petugas catering di Zwar Albait Hotel.
Suasana transportasi sampah di Zwar Albait Hotel, pada 19 Oktober 2022.
Foto: Risma-Harismaworks
“Tiap hari diangkut, kalau sudah banyak langsung dibawa untuk dibuang, kalau nanti enggak kena denda puluhan ribu (riyal),” ucap Jamal melanjuti.
Menurut informasi, dilansir dari ihram.co.id Arab Saudi telah mengambil langkah-langkah serius untuk meningkatkan daur ulang dan pengelolaan limbah di negara yang memiliki 34 juta orang. Hal ini berguna untuk melindungi dan melestarikan lingkungan seiring dengan peningkatan pengelolaan sampah, secara khusus seperti limbah dan polusi.
Penulis : Harisma Yahyani
Belajar Jiko Shoukai (Perkenalan Dalam Bahasa Jepang) Bersama Harismaworks
Harismaworks, Bogor - Hajimemashite! Kenalan yuk dengan Radaruru, Radaruru adalah program dari Radarisma untuk belajar bersama Bahasa Jepang. Penasaran gak yah kita belajar apa saja dari Radaruru. Simak yuk!
Belajar Jiko Shoukai atau perkenalan diri itu penting loh , karena cara berkenalan dengan orang yang baru pertama kali bertemu dengan kita adalah dengan cara Jiko Shoukai dulu.
CARA JIKO SHOUKAI
1 . Langkah pertama biasakan perkenalan terle bih terlebih dahulu, bisa menggunakan:
“ Hajimemashite ”
2. Lalu bisa dilanjutkan dengan menyebutkan nama lengkap seperti:
“ Watashi wa (Nama kamu) desu. ”
Contoh : Watashi wa Radaruru desu! (Nama lengkap saya Radaruru)
3. Tidak lengkap dong kalau hanya nama lengkap saja, sebut juga nama panggilan kita seperti:
“(Nama panggilanmu) ke moshimasu ”
Contoh: Radar to moshimasu (Nama panggilan saya Radar)
4. Selanjutnya kamu bisa menyebut asal kamu dari mana
“(Asal kamu) kara kimashita”
Contoh: Tokyo kara kimashita (Saya berasal dari Tokyo)
5. Selain menyebut asal kamu, kamu juga bisa memperjelas tempat kamu tinggal dimana, seperti:
“(Tempat tinggal) ni sunde imasu ”
Contoh: Miyake ni sunde imasu (Saya tinggal di Miyake)
6. Setelah itu kamu juga bisa menyebutkan status kamu sebagai apa, seperti:
“ Watashi wa (Status kamu) desu ”
Contoh:
- Jika kamu pelajar : Watashi wa Tokyo daigaku no gakusei desu (Saya pelajar dari Universitas Tokyo)
- Kalau kamu guru seperti Radaruru, kamu bisa: Watashi wa Radaruru no kyoushi desu (Saya guru di Radaruru)
7. Bagi orang Jepang mungkin enggan sedikit menyebutkan usia, tapi kalau kita terkadang tidak lupa menyebutkan usia kita seperti:
“ Kotoshi watashi wa (Usia kamu) desu ”
Contoh: Kotoshi watashi wa 21 desu (Tahun ini saya berumur 21 tahun)
8. Dan terakhir bisa langsung ditutup dengan salam kenal seperti:
“ Douzo Yoroshiku Onegaishimasu ” (Mohon bimbingannya)
Biasa diawali dengan “ Hajimemashite ” dan diakhiri dengan “ Yoroshiku onegaishimasu ”, karena memiliki bentuk rasa hormat atas pertemuan tersebut. Dan jika ingin menjawab salam tersebut dengan rasa hormat, dapat menjawab dengan “Kocchira kosso yoroshiku onegaishimasu” (Saya juga senang bertemu dengan Anda).
Menarik kan belajar Jiko Shoukai bersama Radaruru, dalam belajar Bahasa Jepang butuh Latihan yang rajin, kamu yang rajin ya belajar Jiko Shoukainya agar dapat menyebutkannya dengan lancar. Cukup materi hari ini, semoga Radaruru membantu kamu dalam belajar Bahasa Jepang, sampai jumpa lagi!
Penulis : Harisma Yahyani
Popular Posts
-
Harismaworks, Bogor - Hajimemashite! Kenalan yuk dengan Radaruru, Radaruru adalah program dari Radarisma untuk belajar bersama Bahasa Jepa...
-
Harismaworks, Bogor - Menjadi manusia yang sehat memang bukan sesuatu yang mudah, karena itu ada istilah “Sehat itu mahal”. Masa muda adala...
-
Harismaworks, Bogor – Memasuki minggu perkuliahan, mahasiswa merasa kuliah di kampus dengan fasilitas yang baik namun untuk beribadah masih ...
-
Harismaworks, Bogor – Memasuki bulan maulid nabi membuat kota Mekah memiliki banyak pengunjung yaitu para jamaah yang beribadah umrah, meski...
-
Tumpukan sampah di area Pohon Jubleg, pada 17 Oktober 2022. Foto : Enjielia-Harismaworks Harismaworks, Parung Bogor – Pohon Jubleg dikenal ...
-
"Universitas Mahasiswa Bina Sarna Informatika Gelar Webinar 'Bincang Mahasiswa' via Zoom Meeting dengan Topik 'Implementa...
-
Harismaworks, Jakarta – Kelompok “Young Discussion Group”, yang merupakan bagian dari mahasiswa semester 8 Ilmu Koumunikasi Universitas Bin...




